Sonntag, 24. Mai 2015

ini! Salzburg! Austria!

Kutuliskan lagi lembar baru unuk semua perjalanan tentang kesabaran,melangkah,kebersamaan dan perjuangan.
Setelah sekian tahun lalu mereka selalu menyebut diri saya dengan "siswa Austria" atau juga "siswa negara tujuan Austria" yang dulu saya kira hanya akan sebagai julukan saja karna harus terkubur jauh dalam mimpi.
Minggu ini saya berniat mengunjungi teman seperjuangan yang lebih dulu menapaki jejaknya di Jerman.Pagi itu saya bergegas untuk ke salah Satu kota di Jerman yang terkenal mahal dan Allianz Arenanya.Ja,Muenchen.
Setelah menempuh perjalanan 3jam dari kota saya,saya sempatkan diri berjalan-jalan di Marienplatzt sambil menunggu teman saya menyelesaikan pekerjaannya.Sore harinya saya melanjutkan perjalanan saya di Daerah Taufkirchen,kembali menunggu sembari menyantap Doenner di salah satu kedai ga jauh dari Bahnhof(stasiun).Tak lama kemudian benar saja,handphone saya berbunyi,segera saya merespon dan ternyata via! sembari mengalihkan pandangan k arah pemberhentian Bus saya berlari menghampirinya,bagaimana kami tidak bahagia,3tahun belajar dan menghabiskan waktu bersama untuk meraih impian kita belajar di Negri orang membuat kami seperti saudara bahkan keluarga.
Pelukan hangat yang sedikit membuat haru mengingatkan kami lagi dengan hal-hal yang tak bisa kami lupakan namun memang harus kami ikhlaskan.Diumur yang terbilang muda kami sama-sama melalui proses yang tak pernah kami duga sebelumnya.

Sore itu langkah kami menuju tempat tinggal fia ditemani dengan pemandangan Jerman yang khas sambil sedikit bernostalgia dan berbagi cerita dan pengalaman selama kami tinggal di Jerman.
Tempat tinggal yang khas,juga terdapat tulisan arab yang terpajang dinding dan lukisan" khas rumahan yang ada di Indonesia membuat saya penasaran,ternyata si "ibu kost"  yang juga tinggal disana juga berasal dari Indonesia.Beruntung sekali via dipertemukan dengan orang-orang baik.Sembari melepas lelah via mengajak saya untuk makan malam,ia menyiapkan saya makanan khas Indo.ada nasi kuning,'rendang' ala bayern,kerupuk udang dan yang paling khas banget ada ikan asin.cerita-cerita ternyata ibu kost memang berasal dari Bandung yang juga tanah kelahiran saya.Kami meneruskan perbincangan kami hingga ibu(biasa kami menyebutnya) datang dan bergabung bersama kami di meja makan.Banyak hal yang kami ceritakan,celetukkan bahasa sunda juga membuat saya seperti ada di rumah,perbincangan kami berlanjut pada rencana perjalanan saya dan via untuk keesokan harinya. Kebetulan hari itu via juga libur dan kami bisa menghabiskan waktu bersama.
Keesokan harinya saya dan via bergegas meninggalkan kota tersebut bahkan kami berencana untuk meninggalkan jerman walau cuma sehari.Pagi itu kami menaiki kereta menuju Salzburg,Austria.
Selama menempuh perjalanan sekitar 2,5jam kami menyantap sarapan kami dan beberapa bekal yang sengaja kami bawa dari rumah untuk berhemat(maklum,brasa kantong mahasiswa yang terpentok kurs.hha).Segelas kopi panas plus cream juga croisant,bolu dan sweettomato dan mozarela menemani kami menghabiskan waktu di kereta.Kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju centralstasiun yang ada di kota Mozart tersebut.
Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Negara yang awalnya menjadi negara tujuan saya untuk belajar,ya,memang awalnya walau rencana Tuhan berkehendak lain namun rencana demi rencananya tak jarang membuat saya menitihkan air mata dan bersyukur.
Ini akhirnya saya melihat langsung yang dulu pernah ada dalam benak pikiran yang juga menjadi bagian tiap kali presentasi.Seharian kami menghabiskan waktu bersama.Fia yang sudah pernah ke Austria sebelumnya,mengajak saya ke berbagai tempat indah di kota itu.
Disepanjang perjalanan langkah kami,mata kami dimanja dengan bangunan yg berarsitektur detail ala klasik eropa.Saat itu juga pikiran saya sempat melayang mengingat teman seperjuangan yang kini telah bagia dengan jalan dan pilihannya masing-masing.Ya kini saya bersama fia,yang juga menjadi bagian dari yang lainnya.
Alunan musik klasik dari seniman jalanan tak pernah membiarkan telinga kami luput dari lantunan lagu-lagunya.Sepannjang langkah kami,kami juga tak berhenti barbagi tawa,cerita dan pengalaman setelah 3tahun saya tidak bertemu dengan fia,rasanya seperti mimpi kini saya bisa menghabiskan hari di Austria dengannya.

Kami mampir ke kios kecil untuk membeli pernak-pernik khas Salzburg,hingga akhirnya kami berdiri tepat di Rumah kelahiran pemusik klasik yang legendaris,ya.Rumah kelahiran Mozart.setelah sebelumnya kami mengunjungi Mirabell schloss(castle) dan taman bunganya :))
Kami juga memasuki salah satu gereja terbesar yang juga menjadi daya tarik luar biasa di Salzburg.Gereja katolik dengan nuansa klasik yang kental khas Eropa.Dinding dan langit" yang di penuhi dengan ukiran wajah dan malaikat 3dimensi.Lantunan doa khas gereja juga tak pernah terdengar sepi. Ribuan lilin menyala indah di setiap sudutnya.Kami nekat duduk di antara jemaat sambil menikmati suasananya.Kali ini hati saya terenyuh,begitu indah rencanaNya,hingga saya bisa berada di kota ini.Perbedaan dan kuasa yang Allah ciptakan membuat yang saya rasa tak bisa saya ungkapkan dengan kata.Setelah duduk beberapa menit kami memutuskan untuk keluar dan melanjutkan perjalanan kami mendekati Schlossz(castle),di tengah-tengah tenda-tenda yang dipenuhi dengan pernak-pernik khas kota,pandangan saya tertuju pada bola emas yang berada tepat di tengah.Ya.Hari itu banyak yang saya pelajari dan yang saya dapatkan,Banyak tempat lainnya yang tidak bisa saya jabarkan dilaman ini.Yang jelas hari ini membuat saya tercengang akan kuasaNya yang mengijinkan saya menghabiskan waktu bawah pegunungan Alpen.


Setibanya kami kembali ke Jerman,kami menyempatkan diri menghabiskan waktu di Muenchen Castle dan malam harinya ke Allianz Arena hingga kami pulang kembali dan saya harus segera pulang k kota negara bagian sebelah :D

2 Kommentare:

  1. Aha
    Salzburg...enak ya dijelajahi hehe
    Salam kenal ayuuu

    AntwortenLöschen
  2. Halo Fitri Ananda,senang banget bisa kenal sama kamu,iya salzburg selalu punya cerita

    AntwortenLöschen