Mittwoch, 22. Juli 2015

Air Mata si Penyihir

Malam ini saya menatap air matanya lagi untuk kesekian kalinya,penyihir kecil yang biasanya selalu tertawa riang ternyata menyimpan banyak sesak.Untuk saya yang hanya bisa melihat dan menenangkannya saja dibuat sesak, walau ditengah kultur yang berbeda ternyata tetap saja membuat hal ini sangat penting.
Hal yang seharusnya didapat secara utuh seperti halnya janji untuk bersatu. Namun diantara yang asing ini janji hanya akan menjadi janji bilahalnya tak meninggalkan tempat dihati.Namun jelas berbeda dengan apa yang dirasakan penyihir kecil ini yang sedari lahir sudah bersama pria tua itu.Yang saya lihat bagaimanapun hebatnya lelaki baru itu hatinya akan tetap terpaut pada yang memeluknya sedari kecil walau ia semakin beranjak tua dan sakit.Walau keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya saat bersama pria tua,namun lelaki muda gagah yang mendekati sempurna justru membuatnya merasa sedih dibalik tawa nakalnya.

Penyihir yang seringkali saya takuti kedatangan akan tingkahnya yang melelahkan kali ini memeluk erat dan hanya bisa melepas sedihnya pada perempuan asing yang masuk menjadi bagian dari hidup dan keluarganya.Setiap pagi ia berharap bisa menghabiskan sarapannya dengan wanita asing ini dan diam-diam menggapai pria tua untuk membawanya memulai hari.Ia teteap suka schokoball sebagai muslinya walau banyak pilihan lain yang lebih sehat dan mahal.Ia tetap menatapi photo pria tua dan malaikatnya yang juga menjadi hadiah dalam hidupku.
Ia tetap berbicara pada Angelnya untuk tetap berharap malaikat dunia dan pria tua itu tetap bersama walau ia tau kekacauan yang akan dia dapatkan.Hari ini seharusnya ia kembali pulang ke rumah namun saat telpon berdering ia meminta ijin untuk bisa habiskan waktunya walau sebentar dengan pria tua itu.
Tak sampai hati jikaku menolak dan tak memberikan ijin walau hanya beberapa menit saja.Malam ini ia berbicara pada Angel dan berharap ia akan terus melihat dan dapat bertemu dengan pria tua itu.
Hai penyihir kecil,memang kadang hidup tak seperti yang diharapkan. Ada atau tidak adanya aku nanti,tetaplah menjadi yang tegar dan ceria namun jangan lagi.Kau ini bukan seorang putri,bahkan ratu pun tak mendapatkan semua yang ia inginkan.Ini hidup sayang,mungkin akan ada saatnya nanti kamu harus memilih walau sepertinya pilihan akhirnya kau harus bersama lelaki baru itu dan melupakan si pahlawan yang kini semakin tua dan sakit-sakitan, jangan sedih, yakin malaikat duniamu juga tak kan pernah melupakan kebaikan yang pernah menjadi pahlawanmu hingga kau sebesar ini.Pelukanmu mengisak tangis,tangisan dan air mata yang terus terisak karna kamu sudah terlalu lama menahan,setiap kau menangis tak biarkan semua orang tau dan kau tumpahkan semuanya pada yang asing ini.Seperti halnya penyihir,kau memang penyihir kecil..........

Samstag, 18. Juli 2015

Percuma

Percuma bicara dengan yang memang tak sudi mendengarkan
Percuma juga menjabarkan kepada yang merasa pintar
Percuma bertahan jika akhirnya tak dianggap ada
Percuma bercanda pada siapa yang selalu berpikir akan kebenarannya
Percuma berkata panjang lebar jika nyatanya ia merasa lebih
Percuma berbagi pada mereka yang merasa puas atas pencapaiannya
Percuma berjuang dan memberi HATI pada yang tak bisa menghargai
Semangat apa lagi jika memang sudah merasa memiliki semuanya
Ya,bagaimana bisa terus tetap bercerita jika ujungnya semua percuma

Donnerstag, 16. Juli 2015

Cerita Kalian

Cerita kalian membawaku pada tempat yang baru untukku
Membawaku pada sebuah perjalanan hidup
Cerita kalian membawakanku pada "fase" yang tak biasa
Cerita yang membawaku pada karier dini yang tak semua bisa rasa
Cerita kalian pula yang membawaku bertemu dengan mereka
Mereka yang memiliki kebersamaan seperti halnya kita dulu sebelum kejadian itu
Mereka yang akhirnya menjadi keluarga menjalani proses melangkah jauh
Cerita kalian yang menjadi bekal kekuatan saat halnya ku bersama mereka
Bukan lagi tentang mental saat ku menghadapi hari-hariku dulu bersama kalian
Namun tentang menerima dan bangkit
Bagaimana bisa ku menolak fakta yang dulu pernah ada
Yang nyatanya ini menjadi hal yang indah
Cerita kalian yang justru menjadikan inspirasi bahkan solusi
Cerita kalian melahirkan cerita-cerita baruku bersama mereka
Cerita yang mempersatukan aku dan mereka
Mereka yang kini memelukku di negeri jauh ini
Mereka yang menguatkanku walau terpisah jarak dan waktu
Bukan lagi mental saat berdiri dilapangan atau berbagi sekotak teh dari mulut ke mulut
Bukan lagi mental saat melewati tulisan 'ideal' atau melihat kalian latihan
Namun saat kami belajar bersama bercanda tertawa mengila seperti layaknya cerita yang kalian berikan dulu
Bukan hanya itu bahkan saat kami menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menggapai cita walau tak seperti yang kami bayangkan
Saat kami menjajaki jalanan ibu kota demi sebuah identitas menuntut ilmu
Saat kami mengitari dari kota ke kota untuk mendapat lembaran surat yang menjadi syarat
Saat kami satu persatu meninggalkan dan ditinggalkan demi mimpi
Saat kami yang akhrnya berharap besua saat sudah berada di negeri ini
Hai kalian, kenalkan ini kami,cerita yang justru ada saat  perempuan ini tak kalian anggap lagi
Hai kenalkan cerita penting yang terinspirasi dari kalian yang penting
Mari berjabat tangan karna kami ada karena pelajaran besar yang tanpa disadari sudah kalian bagi
Ini hidup sudah tak butuh lagi drama

Kembali Pulang

Pada nyatanya sejauh apapun kau melangkah kau akan kembali kepada masa yang dulu pernah menjadi rumahmu untuk singgah
Coretan puisi yang dulu ia pernah buat diantara coretan catatanku untuk membuang rasa
Dulu ada yang pernah bilang "puisiku bukan noda yu,ayu"
Cerita yang dulu ingin ku abaikan jikalau bisa
Namun sekarang.................
Ada yang datang dengan membawa sejuta cerita
Yang membukakan mata dengan kenangannya bahwa semuanya indah jika bersama
Sayangnya kebersamaan yang seperti apa kita dulu?
Dan pada akhirnya tidaklah penting siapa kita
Sepuluh tahun yang menjadi dari sejarah perjalanan
Pertanyaannya,bukankah siapa kita dulu ataupun sekarang
Bukan pula kepopuleran ataupun gengsi
Bukan lagi pengakuan atas pencapaian ataupun status
Namun apa saja yang sudah kita lakukan semasa itu?
Bahkan mungkin membekas sampai saat ini
Bagaimana bisa aku membenci kalian saat satu persatu datang menyapa membawa maaf
Jangan berpikir aku lupa,bagaimana bisa ku melupakan kekuatan yang telah kalian tularkan
Pelajaran hidup yang bahkan membuat yang lainnya terinspirasi saatku duduk didalam ruang siaran
Cerita kalian luar biasa membawaku pada sebuah perasaan dan rangkaian kata untuk banyak orang hingga bertahun-tahun
Dan aku telah mengantonginya 10 tahun lalu mulai saat kita bersama,berpisah atau bahkan belaga tak saling mengenal
Kata maaf bukan lagi jamannya teman!
Jadilah lantang seperti halnya dulu waktu kalian berteriak lantang mengarah padaku
Bukan bersembunyi diantara yang lainnya
Kamu tau? kamu tidak sendiri,kalian satu persatu membawa kalimat yang sama
Sepengecut itukah? bahkan sudah selama ini, masih saja mau bersembunyi dibalik pesan pribadi
Bisa bertemu,duduk dan bercanda bersama kalian saja mungkin tidak lagi seperti dulu bagiku
Mungkin sekarang aku hanya akan belajar mengenal kalian lagi seperti halnya dulu sebelum kejadian itu
Seperti dulu saat kita bercanda membuang waktu
Aku hanyalah orang baru kala itu,namun kalian memberikan  lebih dari hanya sekedar cerita dan pengalaman
Pelajaran yang kudapati dari kalian lebih dari saat ku duduk didalam kelas
Bahkan masih melekatt tajam dalam ingatan
Cerita kita membawa ku pada kacamata baru yang ternyata tak semua orang dapat
Terimakasih kalian,yang dulu menyapa dan sudi menjadikanku bagian dari kalian walau tak mulus seperti halnya lain selamanya
Jika memang masih ada ruang untuk bertemu dan berbicara
Kini kutuliskan lagi cerita tantang kita seperti halnya vidio yang membuat ingatan ini kembali pulang
Kembali untuk sudi melihat masa lalu yang dulu inginku padamkan saja
Namun ternyata semuanya kini berbeda,ternyata pada kalianlah ceritaku ini kembali pulang

Donnerstag, 9. Juli 2015

dekade yang lalu

Hari ini kembali ku buka album yang dulu rasanya ingin sekali aku musnahkan
Sepertihalnya kembai lagi ke masa itu
Coretan-coretan puisi tajam yang pernah tertulis sebagai lampiasan rasa
Warna warni kebersamaan bak air keruh seakan tak bisa kembali jernih
Masih ingat saat kita duduk bersama dan tertawa hanya untuk menikmati waktu
Melihat bahagianya menjadi bagian dari kebahagiaannya pula
Namun tak sedikitpun membuatnya bahagia setelahnya
Masa putih biru yang seharusnya menjadi saksi indahnya pencarian jati diri
Masa yang berjalan tak seperti anak yang lainnya
Semua orang tau,saat fase itulah seorang anak menilai sebuah pertemanan adalah hal yang terpentingdalam hidupnya,segalanya

Namun bagaiman jika ia harus menghadapi tekanan yang justru muncul dari kelompak yang ia anggap sebagai teman?
Atau bahkan mirisnya ia tak mendapat perlindungan dan pembelaan kongkrit dari pihak yang seharusnya menjadi tauladan dan memberi rasa aman?

Setelah kejadian itu setiap hari iya merelakan bangun pagi
Ancaman yang ia akan terima jika telat sedikit saja menjadi semangatnya meninggalkan tidur nyanyaknya
Pagi buta ia rela merelakan sebagian besar uang sakunya untuk membayar bapak paruh baya yang selalu mengantarnya hingga sampai didepan gerbang sekolah
setiap hari sinar diawal pagi menjadi ketakutan yang tak berujung untuknya
Mana ada anak sekolah yang berangkat pagi buta?
Setiap jam disekolah ia lewati dengan rasa ketakutan akan rasa tidak aman
Ancaman demi ancaman,makian demi makian seolah sudah menjadi makanannya
Yang dulu bersama kini sekan menjilat dan berkhianat
Tak ada seorangpun yang mau mendengar
Setiap perkataannya selalu jadi bahan cemoohan
Setiap yang dekat diberi rasa tak nyaman juga tak luput dari hasutan
Ia tau,ia jelas mendengar dan melihat langsung
Tak ada rasa bersalah sedikitpun dari yang lainnya saat menghinanya di depan matanya
Saat kamera jadul merekam semua kejadian itu
Seisi sekolah menjadi tau,namun ia  tak sepintar yang lain,ia tidak populer teman!

Jangankan melawan untuk mendapatkan perlakuan layakpun ia selalu disalahkan
Daya yang ia punya tak secanggih kalian
Ia tak pernah mengharumkan nama sekolah akan otaknya namun semua lupa kalau setiap manusia ini seharusnya memiliki hati
Setiap harinya ia seperti halnya orang yang tak tau arah,ia hanya mencari celah dimana ia merasa aman

Kini semuanya tinggal kenangan
Mana yang palsu dan yang bukan jelas sudah dirasanya
Bagaiman ia bisa melupakan orang-orang yang justru rela menemaninya saat yang lain menghujat bahkan mengusir

Kini 'bully'-an yang ia terima justru menjadi faktor pendorong untuk kariernya
Lima tahun sudah suara yang dulu tak pernah didengar kini mengudara
Bahan cacian yang dulu ia rasakan kini menjadi inspirasi banyak orang
Rasa gelisahnya yang dulu kini menjadi cerita untuk siapa yang mendengarnya
Bahkan kalimat usiran yang dulu tertuju padanya kini menjadi pengantar perjuangannya menuju negri impiannya.
Ya,ia telah pergi bersama kenangannya,cacian yang menjadi doa.
Ia pergi bersama mimpi barunya

Menjadikannya tinggi?Tidak!
Mengingat hari demi hari yang dulu ia lewati kini menjadikannya pribadi yang bersyukur tanpa berambisius memikirkan level dan gengsi
Ia memang tak berdaya pada saat itu atau bahkan hingga saat ini
Orang yang menghujatnya adalah orang-orang penting dan tinggi
Ia akan selalu tau masih ada langit diatas langit namun tujuannya bukan lagi yang menjadi tujuannya mereka
Ia mengambil jalan lain yang membuatnya bahagia bukan untuk berpuas diri

Hai masa lalu,sudah 10 tahun saya meninggalkan masa itu
Bagaimana bisa setelah saya jauh kalian kembali seperti halnya kertas putih
Hai masa lalu,berdamailah secara 'sportif' dan 'gantle' tanpa sebab dilihat oleh yang lainnya
hai kalian,yang satu persatu kini datang menyapa,masih kah kalian akan menyapa jika kalian di persatukan lagi, beranikah?
Hai masalalu,terimakasih kini ku memang berdiri jauh dari tanah kalian,namun kau bilang,bawa aku kesana?bukankah ini yang kalian inginkan?
Hai masa lalu,mengapa datang lagi saat jelas dulu kalian usir perempuan ini bahkan agar lenyap dari bumi?
Hai masa lalu berdamailah tanpa ada lagi drama...
Hati ini juga rindu seperti halnya waktu kita bersama dulu





Freitag, 3. Juli 2015

ada yang bilang

ada yang bilang
ini semua hanyalah khayalan
ada yang bilang
kita hanyalah angan yang duduk manis dalam pikiran
ada juga yang bilang
mana ada hal seindah yang kita punya
mungkin seharusnya memang tidak berbagi 
dengan orang yang yang hanya mendengar tanpa memahami
salah memang membaginya dengan seseorang 
yang disisi lain ia sudah merasa benar dan tinggi
salah juga jika kepercayaan yang diberikan padanya terlalu berlebihan 
hingga hati dan otak tak terarah
cerita ini memang milik kita
yang seharusnya kita bagi kepada yang sudi
yang sebenarnya hanya kita bagi kepada mereka yang mau belajar
bukan yang selalu merasa puas
saat hati merasa dan mata melihat 
pada siapa yang hanya bisa sesukanya berargumentasi
kaget memang mendengar itu dari mulutnya
selama ini dikenal menyenangkan 
ternyata memberi hadiah yang miris untuk didengar
saat kepercayaan berbalas ketidak percayaan
karena memang mereka bukan bagiannya
entahlah siapa
yang jelas hanya kita yang bisa merasa
hanya mereka yang sudi yang bisa memahami untuk mengambil efeknya
cukup hanya kita bukan lagi mereka