Montag, 19. Januar 2015

bagian ini untuk kami

kegilaan yang selalu kami buat disetiap jam pelajaran yang membuat kami semua tertawa dibuatnya
mencoba mencintai disetiap aturan tata bahasa yang ada
kami yang pernah tertawa hingga akhirnya terdiam tak sanggup bersuara lagi
ya.kami lah yang menjadi gila karna mimpi kami sendiri
kami merasa hgila terhadap impian yang kami bangun
kami yang pernah berlaku gila saat yang lainnya meremehkan
kami menjadi sipenggila yang penuh tekad
kami tau betul kami bisa mendapatkan yang lebih
namun apalah daya kami saat itu
kami yang rela melakukan hal gila biarpun mereka memandang kami jauh berbeda dengan suasana belajar dalam kelas
kami yang melangkahkan kaki kecil demi impian kami
walau kami harus melanjutkan langkah kami ditempat yang tidak kami duga
mereka semua bertanya bahkan menilai kami gila
ya.kami gila,kami rela melakukan hal ini bukan untuk merasa rendah namun kami malu kalau hanya berdiam menunggu dan meratapi nasib
kami mencoba melangkahkan kaki kami dijalan yang lain dengan harap menuju tujuan impi kami
kami memang tak selalu bersama
namun langkah kaki ini menjadi saksi betapa kuatnya impian kami
kegilaan menyeruak ketika tiada lagi canda tawa di tengah jam pelajaran
saat kami harus mengadapi ribuan pernyataan
saat kami harus memikirkan solusi di tengah tekanan
saat kami merasa malu dengan diri kami sendiri
saat kami melihat keluarga kami yang diruntuti pertanyaan
Tuhan memang sudah menuntun kami sejauh ini
tak ada satupun dari kami yang akhirnya melangkahkan kakinya di negri impian
namun kami semua sekarang bisa menangis bahagia sekalipun ditempat yang jauh

bagaimana aku tidak bangga bisa menjadi bagian dari kalian,perjuangan ini akan menjadi cerita dan pelajaran terindah untuk melanjutkan langkah hidup...........