Sonntag, 31. Mai 2015

Andaian Kita

Hari itu dimana pertama kalinya pandangan kita jatuh dititik yang sama
dalam balutan romantisme janji suci diantara mereka kau memulai perbincangan itu
tertawa bersama layaknya sudah saling mengenal lama
ya itulah kamu yang selalu membawa kebahagiaan untuk siapa yang berada disekitarmu
perbincangan seru kita merambah hingga menjadi balutan hangat diantara keluarga
kami tertawa bersama,berceloteh seakan aku dibawa menjadi bagian keluarga baru yang sebenarnya
hari itu tak kulihat setitikpun hal yang dibuat-buat didalamnya
kau yang selalu bersemangat ceria dan menyenangkan
ternyata juga dewasa,memimpin dan menyayangi
hingga kemarin
telah ku sadar memang ada sesuatu yang datang
untuk tertama kalinya ada yang menyanggah tangan ini
setelah berkali-kali ku dapati jatuhnya pandangan kita dititk yang sama meski akhirnya harusku tundukan pandangan ini
untuk pertama kalinya seorang lelaki memperlakukanku sebagaimana kamu
menunggu mempelai datang lagi-lagi kau torehkan tawa diantara kita
bibir ini tak kuasa berucap
saat kau tawarkan segelas minuman untuk kita habisi berdua
lantunan musik dilantai dansa menjadi latar apa yang terjadi
kau mendatangiku hanya untuk berdansa
sungguh ini pertama kalinya untuk orang yang seperti aku
hingga pagi kini kuharus beranjak dari tempat ini
namun bagaimana aku bisa lupa, mengingat apa yang kau lakukan saat ku berpamitan
hingga kamu akhiri dengan pelukan kuat memutar seirinan lagu di depan kedua orang tuamu
andai ku bisa menolak rasa yang datang
entah kapan kita bisa kembali bersua membuat ku takut kehilangan

Sonntag, 24. Mai 2015

ini! Salzburg! Austria!

Kutuliskan lagi lembar baru unuk semua perjalanan tentang kesabaran,melangkah,kebersamaan dan perjuangan.
Setelah sekian tahun lalu mereka selalu menyebut diri saya dengan "siswa Austria" atau juga "siswa negara tujuan Austria" yang dulu saya kira hanya akan sebagai julukan saja karna harus terkubur jauh dalam mimpi.
Minggu ini saya berniat mengunjungi teman seperjuangan yang lebih dulu menapaki jejaknya di Jerman.Pagi itu saya bergegas untuk ke salah Satu kota di Jerman yang terkenal mahal dan Allianz Arenanya.Ja,Muenchen.
Setelah menempuh perjalanan 3jam dari kota saya,saya sempatkan diri berjalan-jalan di Marienplatzt sambil menunggu teman saya menyelesaikan pekerjaannya.Sore harinya saya melanjutkan perjalanan saya di Daerah Taufkirchen,kembali menunggu sembari menyantap Doenner di salah satu kedai ga jauh dari Bahnhof(stasiun).Tak lama kemudian benar saja,handphone saya berbunyi,segera saya merespon dan ternyata via! sembari mengalihkan pandangan k arah pemberhentian Bus saya berlari menghampirinya,bagaimana kami tidak bahagia,3tahun belajar dan menghabiskan waktu bersama untuk meraih impian kita belajar di Negri orang membuat kami seperti saudara bahkan keluarga.
Pelukan hangat yang sedikit membuat haru mengingatkan kami lagi dengan hal-hal yang tak bisa kami lupakan namun memang harus kami ikhlaskan.Diumur yang terbilang muda kami sama-sama melalui proses yang tak pernah kami duga sebelumnya.

Sore itu langkah kami menuju tempat tinggal fia ditemani dengan pemandangan Jerman yang khas sambil sedikit bernostalgia dan berbagi cerita dan pengalaman selama kami tinggal di Jerman.
Tempat tinggal yang khas,juga terdapat tulisan arab yang terpajang dinding dan lukisan" khas rumahan yang ada di Indonesia membuat saya penasaran,ternyata si "ibu kost"  yang juga tinggal disana juga berasal dari Indonesia.Beruntung sekali via dipertemukan dengan orang-orang baik.Sembari melepas lelah via mengajak saya untuk makan malam,ia menyiapkan saya makanan khas Indo.ada nasi kuning,'rendang' ala bayern,kerupuk udang dan yang paling khas banget ada ikan asin.cerita-cerita ternyata ibu kost memang berasal dari Bandung yang juga tanah kelahiran saya.Kami meneruskan perbincangan kami hingga ibu(biasa kami menyebutnya) datang dan bergabung bersama kami di meja makan.Banyak hal yang kami ceritakan,celetukkan bahasa sunda juga membuat saya seperti ada di rumah,perbincangan kami berlanjut pada rencana perjalanan saya dan via untuk keesokan harinya. Kebetulan hari itu via juga libur dan kami bisa menghabiskan waktu bersama.
Keesokan harinya saya dan via bergegas meninggalkan kota tersebut bahkan kami berencana untuk meninggalkan jerman walau cuma sehari.Pagi itu kami menaiki kereta menuju Salzburg,Austria.
Selama menempuh perjalanan sekitar 2,5jam kami menyantap sarapan kami dan beberapa bekal yang sengaja kami bawa dari rumah untuk berhemat(maklum,brasa kantong mahasiswa yang terpentok kurs.hha).Segelas kopi panas plus cream juga croisant,bolu dan sweettomato dan mozarela menemani kami menghabiskan waktu di kereta.Kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju centralstasiun yang ada di kota Mozart tersebut.
Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Negara yang awalnya menjadi negara tujuan saya untuk belajar,ya,memang awalnya walau rencana Tuhan berkehendak lain namun rencana demi rencananya tak jarang membuat saya menitihkan air mata dan bersyukur.
Ini akhirnya saya melihat langsung yang dulu pernah ada dalam benak pikiran yang juga menjadi bagian tiap kali presentasi.Seharian kami menghabiskan waktu bersama.Fia yang sudah pernah ke Austria sebelumnya,mengajak saya ke berbagai tempat indah di kota itu.
Disepanjang perjalanan langkah kami,mata kami dimanja dengan bangunan yg berarsitektur detail ala klasik eropa.Saat itu juga pikiran saya sempat melayang mengingat teman seperjuangan yang kini telah bagia dengan jalan dan pilihannya masing-masing.Ya kini saya bersama fia,yang juga menjadi bagian dari yang lainnya.
Alunan musik klasik dari seniman jalanan tak pernah membiarkan telinga kami luput dari lantunan lagu-lagunya.Sepannjang langkah kami,kami juga tak berhenti barbagi tawa,cerita dan pengalaman setelah 3tahun saya tidak bertemu dengan fia,rasanya seperti mimpi kini saya bisa menghabiskan hari di Austria dengannya.

Kami mampir ke kios kecil untuk membeli pernak-pernik khas Salzburg,hingga akhirnya kami berdiri tepat di Rumah kelahiran pemusik klasik yang legendaris,ya.Rumah kelahiran Mozart.setelah sebelumnya kami mengunjungi Mirabell schloss(castle) dan taman bunganya :))
Kami juga memasuki salah satu gereja terbesar yang juga menjadi daya tarik luar biasa di Salzburg.Gereja katolik dengan nuansa klasik yang kental khas Eropa.Dinding dan langit" yang di penuhi dengan ukiran wajah dan malaikat 3dimensi.Lantunan doa khas gereja juga tak pernah terdengar sepi. Ribuan lilin menyala indah di setiap sudutnya.Kami nekat duduk di antara jemaat sambil menikmati suasananya.Kali ini hati saya terenyuh,begitu indah rencanaNya,hingga saya bisa berada di kota ini.Perbedaan dan kuasa yang Allah ciptakan membuat yang saya rasa tak bisa saya ungkapkan dengan kata.Setelah duduk beberapa menit kami memutuskan untuk keluar dan melanjutkan perjalanan kami mendekati Schlossz(castle),di tengah-tengah tenda-tenda yang dipenuhi dengan pernak-pernik khas kota,pandangan saya tertuju pada bola emas yang berada tepat di tengah.Ya.Hari itu banyak yang saya pelajari dan yang saya dapatkan,Banyak tempat lainnya yang tidak bisa saya jabarkan dilaman ini.Yang jelas hari ini membuat saya tercengang akan kuasaNya yang mengijinkan saya menghabiskan waktu bawah pegunungan Alpen.


Setibanya kami kembali ke Jerman,kami menyempatkan diri menghabiskan waktu di Muenchen Castle dan malam harinya ke Allianz Arena hingga kami pulang kembali dan saya harus segera pulang k kota negara bagian sebelah :D

Dienstag, 12. Mai 2015

Mencari alamat rumahNya

Seandainya bisa ku bagi,ingin ku bagi kisah bahagia ini denganmu
ingin ku sampaikan betapa indahnya keajaiban Tuhan yang ia anugrahkan pada diri yang kesepian ini

Sering kusebut tempat tinggalku di sini seperti selubangan kecil yang penuh berkah,ya saya tinggal memang bukan di kota besar di Jerman. Saya tinggal di kota kecil 3 jam dari stuttgart. Tempat yang dikelilingi oleh pegunungan ini yang mengantarkan saya bertemu dengan keluarga-keluarga baru dari berbagai belahan dunia dan tentu saja Jerman.
Sudah setengah tahun saya menghabiskan waktu saya di tempat nan indah ini,tidak sumpek dan jauh dari hirukpikuk bisingnya transportasi. Walau kadang memang kejenuhan dan rasa sendiri sering tiba-tiba saya rasakan,namun dibalik itu semua Tuhan memang sudah menempatkan saya disini dengan tujuan dan hadiah yang tak pernah saya duga.

Dibawah indahnya cuaca hari ini yang ternyata tidak jauh dengan panasnya Indonesia,ku langkahkan kaki kecil ini kembali di tempat ini,satu porsi yuvka babylon gratis ku santap d bangku taman sembari menikmati hangatnya matahari.Ya, bermula saat saya baru saja menikmati hari-hari dijerman dan sering merasa kosong,ada rasa takut semakin jauh dariNya,hari itu saya berusaha mencari masjid terdekat,rasa rindu ingin sekali merasakan shalat jamaah,karna perut terasa lapar,mampirlah saya di sebuah resto kebab-pizza halal ala turki,saya di sambut dengan seorang pria yang cukup ramah, bahkan saat saya menyantap pesanan saya pun kami sempat berbincang cukup lama,tak saya duga beliau adalah pemilik tempat makan halal ini.Ia penuh antusias menceritakan bagaiman kuasa Allah dan terang saja itu semua sangat mempengaruhi semangat saya bertahan.Rasanya bertemu dengan seorang muslim dari negara lain yang sama-sama bertahan sebagai minoritas di negara ini membuat kami layaknya seperti saudara.Saat saya mau bayar pesanan,pria ini menolak dan memberikan saya struk kosong bertuliskan alamat Masjid terdekat,MasyaALLAH saat itu saya hanya bisa menahan air mata begitu hebat dan kuatnya rasa syukur ini merasa tidak sendiri,Amca,biasa saya memanggilnya yang berartikan paman dalam bahasa Turki (tapi gatau tulisan amca yg sebenarnya tu gimana.hha) ia juga berkata,jika saya membutuhkan bantuan ia,istri dan keluarganya siap membantu saya.Saat saya coba bertanya berapa total yang harus bayar,ia hanya senyum kecil dan menjawab "saya sudah bilang,kalau kamu membutuhkan apapun datanglah pada kami,termasuk tentang makanan halal".saya cuma melongo aja heran,amca melanjutkan pembicaraannya dengan "InsyaALLAH saya lakukan ini semua semata mata karna Allah,saya tau betul bagaimana rasanya bertahan sebagai muslim disini,sebagai muslim bukankah kita bersaudara?,sering datang lah pada kami,kami senang,tak usah kamu membayar untuk setiap makanan yang kamu pesan di resto ini seumur hidup.",jujur kata" itu membuat saya merinding,siapa sangka perjalanan lelah mencari rumahNya berujung pada kebaikan seseorang yang sudi melakukan ini semua untuk saya,perjalanan naik turun bukit memang menguras tenaga namun kita memang tidak akan tau catatan indah dari rencanaNya lewat pria dermawan yang ini.Ia juga menitip pesan,sesampainya di Masjid,bilanglah kamu dari amca babylon,disana ada keluarga yang di tunjuk sebagai imam sekaligus menjaga tempat ibadah disana,ia akan memberikanmu perlengkapan shalat dsb.Mata saya hanya tertegun menahan haru mendengarnya,meskipun di tas saya saya memang sudah bawa mukena lengkap namun setiap kalimatnya benar" ikhlas saya rasakan.Hari itu saya hanya bisa mengiakan dan mengucap hamdalah sembari kembali melangkahkan kaki siap menuruni bukit mencari alamat Masjid(lagi).
Setibanya disana,rasa aneh menyelinap di pikiran saya karna alamat yang saya dapati tidah tertera di deretan rumah penduduk yang ada,salah satu penduduk membantu saya,dan ternyata saya semakin dibuat heran saat saya berdiri di depan pintu Masjid yang bertuliskan "Bahnhof"(stasiun kereta api dalam bahasa jerman",dalam hati saya bertanya,sejak kapan tempat ini ada stasiun kereta? kaki kecil saya melangkah menuju lantai teratas,ksaya lihat deretan Al-Qur'an di salah satu ruangan seperti ruang belajar agama,Saya buka pintu satu persatu namun tiada seorangpun yang merespon.Hingga akhirnya di lantai 2 saya mencoba mengetuk pintu tepat di seberang pitu yang beruangan deretan sajadah.Dibukakannya pintu,saya di sambut hangat dengan gadis cantik ala turki,saya hantarkan tujuan saya,benar saja perempuan bernama Kuebra memberikan saya alat shalat lengkap,karena ga enak,saya terima aja wlo di tas saya udah ada mukena.Tak pikr panjang untuk pertama kalinya kusujudkan tubuh ini d antara deretan sajadah di ruangan hening yang membuat saya tenang.Gak lama kemudian perempuan yang saya kenal bernama Kuebra menawarkan saya untuk makan siang dirumahnya(ruang sebelah tempat shalat) dan bertemu dengan keluarganya.Awalnya sih saya malu karena ia benar-benar berusaha mengundang saya untuk datang,sore menjelang siang itu saya duduk diantara keluarga Imam Masjid :" Dimeja makan saya duduk di antara Kuebra(anak pertama dan satu-satunya anak perempuan di keluarga itu) dan Muhammad Ali (anak kedua).Didepan saya seorang ibu yang penuh kehangatan dan ramah juga antusias menyambut kedatangan saya di tengah" makan siang mereka,tak lupa ayah dari mereka yang menjadi imam disana dan bocah kecil yang ganteng dan lincah yang membuat kita selalu tertawa di tengah makan siang kali itu.Sebelum saya berpamitan,si Ibu berbicara bahasa Turki ke anak perempuannya(karena ibu ga bisa ngomong bahasa jerman),Kuebra menyampaikan lagi apa yang ibu katakan,ia bilang,ibu sangat senang jika saya mau memanggilnya Anne(ibu dalam bahasa turki,tapi lagi-lagi saya gatau nulisnya gimana) dan memanggil sang ayah dengan sebutan baba(bapak dalam bahasa turki).Beliau juga bilang,sering seringlah kemari,shalat disini,jika penat tidurlah disini,ini juga rumahmu nak,anggaplah seperti keluarga sendiri.Hingga menutup perjumpaan Anne memeluk saya erat dan berpamitan dengan yang lainnya.Hari itu saya baru tahu,ditempat ini sudah tidak ada stasiun kereta karna,stasiun ini sudah di beli dengan salah satu penduduk turki dan dijadikannya masjid,yang setiap 5tahun sekali ada saja keluarga imam yang meninggalinya.Selama perjalanan pulang menaiki bukit tiada saya rasakan lelah,air mata ini tak tahan untuk menetes ksekian kalinya,Hari itu saya di buat bungkam dengan rencanaNya.rasa syukur tiada henti saya ucapkan hingga kupejamkan mata ini untuk beristirahat.

Kembali ke kenikmatan siang hari sambil menyantap yuvka gratis,hari itu saya di temani oleh sahabat saya dari Indo walau hanya lewat telpon.setelah menghabiskan porsi yuvka untuk makan siang saya lanjutkan kaki ini menuju Bahnhof yang saya sebut Masjid :))
Dari  kejauhan Anne dan Ali sedang menikmati indahnya matahari sembari piknik di taman.Bocah kecil bernama Oemer mengayuh sepedanya kencang menyambut kedatangan saya(ini bukan pertama kalinya saya melihat tawa dan senyuman hangat mereka menyambut saya,hingga saat tulisan ini di buar hampir setiap minggu saat saya libur saya sempatkan untuk mengunjungi tempat ini dan bertemu mereka,hingga tak terasa sudah setengah tahun dan mereka menjelma menjadi keluarga muslim saya selama bertahan di Jerman.Oemer mendekap kaki saya erat,berusaha mencium pipi saya dan menggiwing jemari saya ke meja tempat mereka piknik.Hari itu  untuk kesekian kalinya ingin rasanya saya bagi keindahn ini untuk orang-orang yang mencintai dan saya cintai.Sudah banyak hal yang mereka lakukan dengan saya ketika saya libur,tak jarang mereka membawa saya jalan-jalan ke luar kota hanya untuk makan atau belanja,entahlah malam ini saya hanya ingin bernostalgia dengan hari itu,dimana islam mengajarkan saya apa itu keindahan sebagai minoritas,Saya sendiri bingung,mungkin nanti akan ada satu tulisan yang menjadi isyarat ingin kubagi untuk kalian...
begitu banyak disini yang menjadikanku sebagai keluarganya,setelah keluarga Didi memberiku kesempatan untuk tetap tinggal bersamanya,kini Allah kirimkanku cerita baru di keluarga yang lainnya.MasyaALLAH :")


Montag, 11. Mai 2015

Kembali,meski jatuh berkali-kali

Tulisan ini dimulai saat saya iseng chat ama salah satu kaka yang juga tinggal di Jerman di negara bagian yang berbeda,saya biasa mengenalinya dengan nama Sara yang sekarang ini menjalani hari-harinya di Hamburg.
Seperti biasa kalo dah jam malam mata pasti gatel banget buat baca-baca,baru pertama buka blog kaka yang satu ini,saya langsung tertarik dengan kalimat "Saya kembali meski jatuh berkali-kali" judul ini luar biasa mengingatkan saya kembali dengan langkah-langkah yang selama ini cukup membuat saya 'gila'.hhahahahaa

Terang saja saya katakan judul ini pas untuk kami yang memang pernah mencoba bertahan ditengah krisis mental yang sudah merambat kemana-mana bertahun-tahun,namun tak biarkan sedikitpun merusak apa yang menjadi bagian dari masa muda kami.
Seorang teman yang kini sudah menikmati hari-hari luar biasanya di salah satu kota terbesar di Jerman memberikan analogi sederhana tentang kebersamaan dan pencapaian kita yang ujungnya adalah perjalanan yang jusru bisa menjadi lubang besar kalau kita tidak terus bertahan dan kuat.
Berawal dari sekumpulan anak muda yang memiliki satu tujuan,di pertemukan lagi dengan yang baru,hingga seleksi alam menjawab runtutan kejadian yang membuat kami semakin bungkam akan kenyataan namun tak ingin membiarkan mimpi kita menjadi abu asap yang berlalu begitu saja.

karna Nya kini kami kembali setelah jatuh berkali-kali...
kami paham apa yang sebenarnya menjadi tujuan kami walau masih ada diantara kami yang memang bahagia dengan jalannya sendiri,Allah memang mengganti apa yang kami inginkan dengan hal yang kami butuhkan,begitu rasa sakit akibat di dzolimi membuat kami belajar ikhlas memaafkan namun terus bergerak demi ini semua.
Saat menduduki bangku kuliah di Indonesia,adakah dari bocah-bocah itu yang tau ada segelintir orang yg sudah mengeluarkan banyak uang,berjuang mati-matian,namun harus berbesar hati hanya berujung bangku kuliah dan duduk di samping mereka meskipun mereka sudah menukarnya dengan hal termahal di dunia,yang saya sebut waktu.Sudah jelas kami melangkah masa depan dan impian di depan mata seperti sudah menginjak angka 9 namun harus rela kembali menjamak angka 1 dengan jalan yang berbeda.Disisi lain apa mereka sadar ada orang di luar sana yang merindukan satu tempat saja dan menyandang status sebagai Mahasiswa/i.Sisi lain inilah yang menurut saya membuat segelintir dari kami kuat menjalan hari-hari barunya tanpa lagi mengeluh ala bocah yang lainnya.

Ada lagi yang akhirnya berhasil terbang ke negri impian namun dengan caranya sendiri,kembali belajar dan rela menjadikan level bahasa tertingginya adalah bayangan.Menjupiti sekecil apapun kemungkinan dan ikhlas menahan apa yang menjadi mimpinya (di negri ini) beberapa saat demi mencari dan melanjutkan menimba pengalaman hidup.

Dan yang lainnya yang kini mancapai apa yang sesungguhnya di impikan semua di antara kami,Yang hinga kini kuat walau mereka sendiri merasa menjadi asa untuk satu kata kelulusannya.


Kami ahkirnya kembali setelah terjatuh berkali-kali,kembali melangkah lagi dan menikmati jatuh untuk kedalaman yang berbeda kini.
kami akhirnya kembali dipertemukan di negara impian kami walau kami sudah tak sama seperti dulu lagi
kami yang sudah jatuh berkali-kali yang akhirnya kembali lagi menata apa yang selama ini menjadi kesungguhan langkah-langkah kami.Untuk mendapat gelar di fakultas yang menjadi mimpi dan tujuan manusia yang lainnya d luar sana meski harus tetap tinggal,bahkan ada yang Allah ganti kebiruannya waktu ia mencuri waktu keluar-masuk univ demi mencari obat sebenarnya dari mimpinya dengan uang milyaran rupiah yang ia bisa gunakan untuk pendidikannya (Allahuakbar),Untuk mendapati dan mensyukuri nikmat hidup di negri orang dan Allah bukakan satu persatu di leburkannya doa lebih dari yang ia bayangkan,mempelajari lebih dalam tentang kultur dan kebiasaan-kebiasaan serta budaya baru atau yang terakhir yang lagi-lagi menjadi mimpi dari kami semua,yang berhasil menapakinya dan Allah pertemukan mereka dengan orang-orang baik yang selalu menyemangati satu sama lain untuk memepertahankan studinya di negri jauh ini.

Ini lah kami,kami yang terjatuh berkali-kali namun akan tetap kembali,
meski jatuh berkali-kali,kami harus kembali!
belum berakhir..................

Samstag, 9. Mai 2015

Reuni Expres Eiji-Ency :P

Malam hari ini sengaja ku tuliskan cerita lama yang pernah menjadi bagian dari ini semua. Bukan tentang senasib,namun tentang yang lainnya.
Sore hari ini hp saya tiba-tiba mendapat telpon dari salah satu adik tingkat (yanna) ga kaya biasanya dia telpon,tapi karna sikon lagi ga pas saya ga sempet tuh respon telponnya. Baru malam hari ini sebelum saya pergi ke kamar saya mencoba balik telpon tu anak.hha
Heboh banget suara dibelakang yanna,saking keselnya yanna nyeploslah ini ayu,blablabla bukan cowook!! ehh ternyata salah satu suara dibelakang emang ada yg kepoin hape yanna, gatau deh gimana ceritanya yang jelas telpon ini udah ga ksambung ama yanna,udah ga asing aja denger suaranya,apalagi dia manggil nama saya dengan nama onair yang dulu sudah menjadi bagian dari hidup saya dengan orang-orang sekitar.tapii pe-er nya ini di Jerman men,mana ada yang tau nama onair saya beberapa tahun silam...dan buset dah ternyata yang heboh dibelakang tadi n yang sekarang lagi jabanin telpon ama saya adalah salah satu partner siaran saya dulu waktu kami masih berada di Indonesia (jaman sekolah SMA,kita kan sudah mengudara.hha :P)

bisa bayangin dong gimana dua mantan penyiar heboh ini reunian via telpon? ya,saya dulu pernah menggeluti dunia hiburan selama 5 tahun yang akhirnya harus saya lepas demi  cita-cita saya untuk menimba ilmu di Eropa.
Saya dan ency ketemu sekitar 7tahun lalu disalah satu radio di kota kami berasal.Kali itu ency lagi jabanin interview pas di jam onair saya,nahhh sayangnya ga lama dari situ saya terpaksa off karena harus menjalani praktikum di luar kota selama 6 bulan. Setiap kali ada kesempatan untuk pulang saya hanya bisa mendengarkan suara si ency itu di season kami,Ya kali itu ia dan kakaknya menggantikan posisi saya disalah satu radio musik anak muda dikota kami.
Hingga akhirnya kami dipertemukan lagi disalah satu lembaga pendidikan,kali itu ency yang notabene senior dlm bhasa jerman udah prepare brangkat aja ngacrit ke Jerman.
Sedangkan saya...............yahhh jungkir balik pindah negara tujuan sampe akhirnya balik lagi ke Jerman.
Malam hari ini jelas kehebohan yang dulu pernah kita buat kembali pecah walau hanya via telpon. Terang-terangan si ency ngakak jingkrak-jingkrak teriak,hhaha itu juga yang mungkin barusan saya lakukan.Setelah lama 'sepi hiburan' ga ada yang namanya ngegeje,malam ini semua pecah.Untungnya kota kami tidak begitu jauh. Entah apa yang akan terjadi kalau kami bisa kembali bertemu di Negara ini. Scara ibunya ency guru saya jaman SMA,kakaknya jelas partner siaran bahkan kami juga sempat menjadi partner disalah satu kantor di Jakarta,kakak tertuanya sudah saya anggap sebagai 'bapak' yang juga pernah berperan penting dalam perjalanan saya hingga bisa sampai negara ini. paketan lahh.hhaha
Karakter kami yang mungkin ga beda jauh yang bikin ngerasa klop aja,bisa gila segila gilanya gokil konyol yang jelas ga da tuh yang namanya stres apalagi galau.hhaha
saya sendiri ga bisa jabarin cerita kami,mungkin kami juga bisa bertemu dengan yang lainnya.Ini luar biasa saat kami bisa tersenyum menikmati proses dalam pencapaian bertemu di negara lain dengan suasana baru setelah 7tahun lalu kami masih jadi anak bawang dengan seragam SMA.hhaha
Ia memang bukan angkatanku,dia memang bukan bagian dari senasib tapi mungkin jika memang kami bisa bertemu lagi akan banyak hal yang akan kita perbincangkan lebih dari saat kami berada di dalam ruang siaran saat itu..........................................