Hari itu dimana pertama kalinya pandangan kita jatuh dititik yang sama
dalam balutan romantisme janji suci diantara mereka kau memulai perbincangan itu
tertawa bersama layaknya sudah saling mengenal lama
ya itulah kamu yang selalu membawa kebahagiaan untuk siapa yang berada disekitarmu
perbincangan seru kita merambah hingga menjadi balutan hangat diantara keluarga
kami tertawa bersama,berceloteh seakan aku dibawa menjadi bagian keluarga baru yang sebenarnya
hari itu tak kulihat setitikpun hal yang dibuat-buat didalamnya
kau yang selalu bersemangat ceria dan menyenangkan
ternyata juga dewasa,memimpin dan menyayangi
hingga kemarin
telah ku sadar memang ada sesuatu yang datang
untuk tertama kalinya ada yang menyanggah tangan ini
setelah berkali-kali ku dapati jatuhnya pandangan kita dititk yang sama meski akhirnya harusku tundukan pandangan ini
untuk pertama kalinya seorang lelaki memperlakukanku sebagaimana kamu
menunggu mempelai datang lagi-lagi kau torehkan tawa diantara kita
bibir ini tak kuasa berucap
saat kau tawarkan segelas minuman untuk kita habisi berdua
lantunan musik dilantai dansa menjadi latar apa yang terjadi
kau mendatangiku hanya untuk berdansa
sungguh ini pertama kalinya untuk orang yang seperti aku
hingga pagi kini kuharus beranjak dari tempat ini
namun bagaimana aku bisa lupa, mengingat apa yang kau lakukan saat ku berpamitan
hingga kamu akhiri dengan pelukan kuat memutar seirinan lagu di depan kedua orang tuamu
andai ku bisa menolak rasa yang datang
entah kapan kita bisa kembali bersua membuat ku takut kehilangan
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen