Seperti biasa kalo dah jam malam mata pasti gatel banget buat baca-baca,baru pertama buka blog kaka yang satu ini,saya langsung tertarik dengan kalimat "Saya kembali meski jatuh berkali-kali" judul ini luar biasa mengingatkan saya kembali dengan langkah-langkah yang selama ini cukup membuat saya 'gila'.hhahahahaa
Terang saja saya katakan judul ini pas untuk kami yang memang pernah mencoba bertahan ditengah krisis mental yang sudah merambat kemana-mana bertahun-tahun,namun tak biarkan sedikitpun merusak apa yang menjadi bagian dari masa muda kami.
Seorang teman yang kini sudah menikmati hari-hari luar biasanya di salah satu kota terbesar di Jerman memberikan analogi sederhana tentang kebersamaan dan pencapaian kita yang ujungnya adalah perjalanan yang jusru bisa menjadi lubang besar kalau kita tidak terus bertahan dan kuat.
Berawal dari sekumpulan anak muda yang memiliki satu tujuan,di pertemukan lagi dengan yang baru,hingga seleksi alam menjawab runtutan kejadian yang membuat kami semakin bungkam akan kenyataan namun tak ingin membiarkan mimpi kita menjadi abu asap yang berlalu begitu saja.
karna Nya kini kami kembali setelah jatuh berkali-kali...
kami paham apa yang sebenarnya menjadi tujuan kami walau masih ada diantara kami yang memang bahagia dengan jalannya sendiri,Allah memang mengganti apa yang kami inginkan dengan hal yang kami butuhkan,begitu rasa sakit akibat di dzolimi membuat kami belajar ikhlas memaafkan namun terus bergerak demi ini semua.
Saat menduduki bangku kuliah di Indonesia,adakah dari bocah-bocah itu yang tau ada segelintir orang yg sudah mengeluarkan banyak uang,berjuang mati-matian,namun harus berbesar hati hanya berujung bangku kuliah dan duduk di samping mereka meskipun mereka sudah menukarnya dengan hal termahal di dunia,yang saya sebut waktu.Sudah jelas kami melangkah masa depan dan impian di depan mata seperti sudah menginjak angka 9 namun harus rela kembali menjamak angka 1 dengan jalan yang berbeda.Disisi lain apa mereka sadar ada orang di luar sana yang merindukan satu tempat saja dan menyandang status sebagai Mahasiswa/i.Sisi lain inilah yang menurut saya membuat segelintir dari kami kuat menjalan hari-hari barunya tanpa lagi mengeluh ala bocah yang lainnya.
Ada lagi yang akhirnya berhasil terbang ke negri impian namun dengan caranya sendiri,kembali belajar dan rela menjadikan level bahasa tertingginya adalah bayangan.Menjupiti sekecil apapun kemungkinan dan ikhlas menahan apa yang menjadi mimpinya (di negri ini) beberapa saat demi mencari dan melanjutkan menimba pengalaman hidup.
Dan yang lainnya yang kini mancapai apa yang sesungguhnya di impikan semua di antara kami,Yang hinga kini kuat walau mereka sendiri merasa menjadi asa untuk satu kata kelulusannya.
Kami ahkirnya kembali setelah terjatuh berkali-kali,kembali melangkah lagi dan menikmati jatuh untuk kedalaman yang berbeda kini.
kami akhirnya kembali dipertemukan di negara impian kami walau kami sudah tak sama seperti dulu lagi
kami yang sudah jatuh berkali-kali yang akhirnya kembali lagi menata apa yang selama ini menjadi kesungguhan langkah-langkah kami.Untuk mendapat gelar di fakultas yang menjadi mimpi dan tujuan manusia yang lainnya d luar sana meski harus tetap tinggal,bahkan ada yang Allah ganti kebiruannya waktu ia mencuri waktu keluar-masuk univ demi mencari obat sebenarnya dari mimpinya dengan uang milyaran rupiah yang ia bisa gunakan untuk pendidikannya (Allahuakbar),Untuk mendapati dan mensyukuri nikmat hidup di negri orang dan Allah bukakan satu persatu di leburkannya doa lebih dari yang ia bayangkan,mempelajari lebih dalam tentang kultur dan kebiasaan-kebiasaan serta budaya baru atau yang terakhir yang lagi-lagi menjadi mimpi dari kami semua,yang berhasil menapakinya dan Allah pertemukan mereka dengan orang-orang baik yang selalu menyemangati satu sama lain untuk memepertahankan studinya di negri jauh ini.
Ini lah kami,kami yang terjatuh berkali-kali namun akan tetap kembali,
meski jatuh berkali-kali,kami harus kembali!
meski jatuh berkali-kali,kami harus kembali!
belum berakhir..................


.jpg)
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen