Donnerstag, 9. Juli 2015

dekade yang lalu

Hari ini kembali ku buka album yang dulu rasanya ingin sekali aku musnahkan
Sepertihalnya kembai lagi ke masa itu
Coretan-coretan puisi tajam yang pernah tertulis sebagai lampiasan rasa
Warna warni kebersamaan bak air keruh seakan tak bisa kembali jernih
Masih ingat saat kita duduk bersama dan tertawa hanya untuk menikmati waktu
Melihat bahagianya menjadi bagian dari kebahagiaannya pula
Namun tak sedikitpun membuatnya bahagia setelahnya
Masa putih biru yang seharusnya menjadi saksi indahnya pencarian jati diri
Masa yang berjalan tak seperti anak yang lainnya
Semua orang tau,saat fase itulah seorang anak menilai sebuah pertemanan adalah hal yang terpentingdalam hidupnya,segalanya

Namun bagaiman jika ia harus menghadapi tekanan yang justru muncul dari kelompak yang ia anggap sebagai teman?
Atau bahkan mirisnya ia tak mendapat perlindungan dan pembelaan kongkrit dari pihak yang seharusnya menjadi tauladan dan memberi rasa aman?

Setelah kejadian itu setiap hari iya merelakan bangun pagi
Ancaman yang ia akan terima jika telat sedikit saja menjadi semangatnya meninggalkan tidur nyanyaknya
Pagi buta ia rela merelakan sebagian besar uang sakunya untuk membayar bapak paruh baya yang selalu mengantarnya hingga sampai didepan gerbang sekolah
setiap hari sinar diawal pagi menjadi ketakutan yang tak berujung untuknya
Mana ada anak sekolah yang berangkat pagi buta?
Setiap jam disekolah ia lewati dengan rasa ketakutan akan rasa tidak aman
Ancaman demi ancaman,makian demi makian seolah sudah menjadi makanannya
Yang dulu bersama kini sekan menjilat dan berkhianat
Tak ada seorangpun yang mau mendengar
Setiap perkataannya selalu jadi bahan cemoohan
Setiap yang dekat diberi rasa tak nyaman juga tak luput dari hasutan
Ia tau,ia jelas mendengar dan melihat langsung
Tak ada rasa bersalah sedikitpun dari yang lainnya saat menghinanya di depan matanya
Saat kamera jadul merekam semua kejadian itu
Seisi sekolah menjadi tau,namun ia  tak sepintar yang lain,ia tidak populer teman!

Jangankan melawan untuk mendapatkan perlakuan layakpun ia selalu disalahkan
Daya yang ia punya tak secanggih kalian
Ia tak pernah mengharumkan nama sekolah akan otaknya namun semua lupa kalau setiap manusia ini seharusnya memiliki hati
Setiap harinya ia seperti halnya orang yang tak tau arah,ia hanya mencari celah dimana ia merasa aman

Kini semuanya tinggal kenangan
Mana yang palsu dan yang bukan jelas sudah dirasanya
Bagaiman ia bisa melupakan orang-orang yang justru rela menemaninya saat yang lain menghujat bahkan mengusir

Kini 'bully'-an yang ia terima justru menjadi faktor pendorong untuk kariernya
Lima tahun sudah suara yang dulu tak pernah didengar kini mengudara
Bahan cacian yang dulu ia rasakan kini menjadi inspirasi banyak orang
Rasa gelisahnya yang dulu kini menjadi cerita untuk siapa yang mendengarnya
Bahkan kalimat usiran yang dulu tertuju padanya kini menjadi pengantar perjuangannya menuju negri impiannya.
Ya,ia telah pergi bersama kenangannya,cacian yang menjadi doa.
Ia pergi bersama mimpi barunya

Menjadikannya tinggi?Tidak!
Mengingat hari demi hari yang dulu ia lewati kini menjadikannya pribadi yang bersyukur tanpa berambisius memikirkan level dan gengsi
Ia memang tak berdaya pada saat itu atau bahkan hingga saat ini
Orang yang menghujatnya adalah orang-orang penting dan tinggi
Ia akan selalu tau masih ada langit diatas langit namun tujuannya bukan lagi yang menjadi tujuannya mereka
Ia mengambil jalan lain yang membuatnya bahagia bukan untuk berpuas diri

Hai masa lalu,sudah 10 tahun saya meninggalkan masa itu
Bagaimana bisa setelah saya jauh kalian kembali seperti halnya kertas putih
Hai masa lalu,berdamailah secara 'sportif' dan 'gantle' tanpa sebab dilihat oleh yang lainnya
hai kalian,yang satu persatu kini datang menyapa,masih kah kalian akan menyapa jika kalian di persatukan lagi, beranikah?
Hai masalalu,terimakasih kini ku memang berdiri jauh dari tanah kalian,namun kau bilang,bawa aku kesana?bukankah ini yang kalian inginkan?
Hai masa lalu,mengapa datang lagi saat jelas dulu kalian usir perempuan ini bahkan agar lenyap dari bumi?
Hai masa lalu berdamailah tanpa ada lagi drama...
Hati ini juga rindu seperti halnya waktu kita bersama dulu





Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen