Donnerstag, 9. April 2015

Ausflug Deutschland-EUA

Sudah lama saya mencoba untuk menulis cerita tentang kita,namun tetap saja ratusan halamanpun tak akan bisa mewakili apa yang telah kita lalui.
Kali ini saya mencoba menuliskan kembali bukan tentang yang pernah kita lalui tetapi tentang sesuatu yang membuat saya senantiasa mengingat dan bersyukur menjadi bagian dalam perjalanan ini.
Singkat cerita,setelah jungkir balik mengejar impian untuk bisa menapak kaki di Jerman,sekarang saya sudah empat bulan bertahan hidup dinegara yang memberikan saya kesempatan untuk belajar dilembaran baru hidup saya.
Ga pernah kepikiran sama sekali diakhir bulan februari kemarin Didi merencanakan liburan musim semi ini ke negara-negara islam.Awalnya sih biasa aja,antara percaya ga percaya,bororaah ke belahan dunia yang lain bisa menapakkan kaKi di Jerman aja udah bikin saya bener-bener bersyukur.apalagi pakaI kapal ala 'titanic' begituan.bneran tuh ga lama dari itu saya mencoba apply visa,jujur sih masih aga trauma karna pengalaman dulu,tp si kakak cantik satu ini tetep aja 'kekeuh' pasti bisa.Entah gimana ceritanya yang jelas si kakak cuma bilang,kita berdoa ya,berdoa deh berdoa umumnya seminggu dua minggu dah jadi.lah kagetlah saya karna di Indonesia saya harus menunggu kabar visa sekitar sebulan sampai enam minggu.cuma dulu karna rencana Allah saya dapetin visa Jerman dalam waktu dua minggu.Pertengahan maret ga biasanya Didi yang sibuk kerja telpon,dengan ringannya saya bilang,yakin mau ngomong ama saya?(scara kl ngomong ma dia via telpon ga jarang kehabisan kata" karna buat saya bahasa jerman yang saya pelajari di kelas dan sehari" jelas berbeda) siang hari itu dia bilang,kamu yakin berdoa?jelas iya lah,kamu ada plan buat tgl 27 maret? dalam hati saya berfikir visa saya ga keluar yang bikin saya harus cari plan lain atau liburan di sekitaran negara Jerman saja.terang saya jawab sbenarnya ada sih ausflug ke Dubai,Abudhabi plus Oman kalau visa jadi.Dengan histerisnya Didi bilang kita gemmmoo yang artinya kita berangkat! dengan rasa setengah ga percaya aja bisa lancar gini kalau diinget ini masih seminggu nunggu kabar.Semuanya ikut seneng karna kalau diinget cuma saya aja yang butuhin visa buat liburan ini.
Akhirnya sampai hari H.Kami berangkat dari kota kecil yang indah ini menggunakan ICE kelas satu sehari sebelum penerbangan k Dubai(buat mereka sih ini biasa,nah buat orang kaya saya ini,ini hal yang emang harus dinikmatin bgt bs duduk nyaman dengan kereta yang jadi incaran banyak orang.hha),kami menginap disalah satu hotel didekat bandara Frankfurt,Intercity Hotel),pagi harinya kami melanjutkan perjalanan kami ke Dubai menggunakan Qatar dan transit di Doha.Lagi-lagi ga nyangka karna nginget waktu pertama ke jerman harus mengubur dalem" transit di tempat ini karna harus menerima tiket pesawat yang lain,tapi ya sudahlaah rencana Allah ituu keren.Selama menunggu,kami disibukkan dengan cerita konyol suka cita bgt deh.Lucunya melihat reaksi aneh mereka ketemu dengan 'WC' yang menurut mereka aneh,ketemu dengan semprotan air,wc jongkok,sempet bikin saya ketawa ngakak dibalik ubin toilet bandara Doha.Setelah menempuh perjalanan sekitar 7-8 jam kami sampai di Dubai.Crew dari Costa Serena (kapal italy yang rencananya akan kami tinggali seminggu penuh) telah siap menunggu kami dan membawakan barang bawaan kami.Kami diantar menggunakan bis menuju kapal,Sumpah lagi-lagi saya dipertemukan dengan orang-orang baik yang rela dan ikhlas memberi saya pengalaman hidup.Kapal megah ala Eropa sebelas lantai terapung dilaut Dubai.Setelah pemeriksaan dokumen kami mendapati kabin kami di deck 2.Kamar yang cukup nyaman tempat kami beristirahat.Keesokan paginya kapal ini melaju menuju Muscat-Oman,kami menghabiskan waktu di kapal dengan berenang,berendam dan masih banyak hal lagi,mengingat semua tersedia disini mulai dari bar,casino sampai disko untuk anak-anak.Malam itu semua terlihat sibuk,heran dong ternyata mereka sibuk cari kostum buat besok karna besok mereka memilih Masjid Akbar di Muscat untuk perjalanan pertama mereka.busett ni bule" bisa bner" antusias belajar pakai kerudung,dll mengingat ketentuan yang mengahruskan semua pengunjung Masjid menutup aurat.Untuk saya ini kebahagian yang ga bisa dinilai dengan uang.Keesokan paginya benar saja kakak satu ini bangun pagi sembari sibuk memperhatikan saya menggunakan jilbab.Setelah sarapan dan semua siap kami pergi ke Masjid tersebut menggunakan bis touris Muscat.Pemandangan mata yang dimanjakan dengan bangunan khas dan semua penduduk yang mayoritas muslim membuat saya merasa tidak terlalu asing,bisa melihat indah megahnya bangunan Masjid dan mendengarkan Adzan ini hal yang yang luar biasa yang saya dapatkan mengingat selama di Jerman tak mudah mencari Masjid,tak ada bangunan megah dengan Kubah Akbar.Sesampainya di Masjid,semua turis berkumpul tak sedikit dari mereka yang meminta saya memsangkan Jilbab di kepalanya.Perjalanan ini menjadi bermakna saat saya bisa melangkahkan kaki di Negara islam bersama orang" Eropa menggunakan kapal Eropa,mengenal dua budaya dan kultur sekaligus dalam waktu yang sama.Tak jarang dari mereka yang bertanya tentang islam,pertanyaan kritis yang kadang membuat saya kelabakan menjawabnya.Didi dan lara pun terlihat cantik dengan jilbab hadiah temannya dari Turki.Beberapa perempuan Oman pun melihat saya sengan sedikit kaget,mungkin karna terselip muka asia d tengah pengunjung Eropa.Terlebih lagi ketika saya sadar banyak yang memperhatikan saya saat saya mengucapkan salam,kerennya orang-orang eropa ini meniru sembari ngucapkan salam juga.Mereka bilang 'Assalamualaikum' adalah sapaan 'halo' orang-orang muslim,Tak jarang air mata ini menetes melihat tingkah dan responnya mereka,karna tanpa mereka sadari ada doa di balik ucapan yang mereka artikan dengan kata 'halo'.Sepulangnya dari Masjid kami menyempatkan diri ke salah satu Mark terkenal di Muscat dan melanutkan perjalanan ke salah satu Museum Oman.Memang tak banyak yang bisa saya tulis.Namun bahagia dan penuh rasa syukur bersama mereka yg menjadikan ini lebih dari sekedar liburan.
Hari selanjutnya kapal kami berlabuh di Khasab masih di Oman,kami mendapat kesempatan menaiki perahu khas Oman dengan motif dan kursi lesehan yang khas kami menikmati indahnya laut Oman.Melihat berbagai indahnya tumbuhan dan hewan laut membuat saya mengingat tanah air tercinta yang sebenarnya sangat lebih indah dan kaya.Saat banyak turis yang berdercak kagum melihat gunung bebatuan air hijau kebiruan,semua menunggu akan hijaunya di musim panas di Eropa.membuat saya mengingat akan hijaunya Indonesia.Kami melihat lumba-lumba hingga berenang di laut lepas dengan pulau batu yang eksotik.Kopi khas arab dan kurma selalu jadi pilihan kami menghabiskan waktu dinegeri bersejarah ini.
Keesokan harinya Kapal kami berlabuh di Abudhabi,karena banyak turis-turis yang memilih untuk ausflug saya memilih untuk tetap tinggal didalam kapal,menulis,menikmati indahnya pemandangan kota sembari menikmati jus strawberi kesukaan saya.Ketenangan yang saya dapat jauh lebih mengasikkan,berkomunikasi dan menikmati seluruh aktifitas tanpa antrian banyak orang merupakan kesempatan yang jarang saya temukan beberapa hari ini.Terlebih besok Didi Ulang Tahun,hadiah yang saya bawa dari Jerman rasanya tak cukup mengingat pengalaman yang saya dapatkan diliburan kali ini.Selama menghabiskan waktu makan,tetiba seorang pemuda berwajah asia menghampiri saya,kami berbincang menggunakan bahasa inggris dan menanyakan asal negara saya,ternyata iya dan beberapa temannya juga berasal dari Indonesia.Mereka yang semejak kemarin ingin menyapa namun ragu karena jika diperhatikan saya selalu menggunakan bahasa Jerman dalam berkomunikasi(ya jelas lah,mau ngomong ama sapa kl ngomongnya bhasa indo).Mereka bercerita akan keterkejutannya mereka bisa bertemu dengan penumpang Indonesia di Kapal sebesar ini,saya juga tidak segan menceritakan rencana saya untuk mempersiapakan kejutan kecil untuk Didi.Bayu,asal Jogja yang mempertemukan saya dengan temannya asal bogor menawarkan diri membuat rangkaian buang mawar dari tissue dan saya tidak perlu membayar untuk rangkaian bunga putih itu(sesama orang Indo kali yaa.hhe).Sore harinya saya menuju salah satu bar untuk mengambil pesanan rangkaian bunga,seorang wanita melayani saya dengan ramah tamah dan senyuman khas Indonesia.dia bilang,orang indo kan ya?bahkan mereka menawari saya minuman gratis sembari menunggu diiringi konser kecil klasik.Sebelum makan malam,pelayan kami asal India juga membantu saya untuk mengatur segala sesuatunya dan memberikan kue terbaik di restorant tersebut dengan harga 11eur saja.Malam itu semua terlihat bahagia berdansa,menari,dan sudah pasti rasa bersyukur bisa melangkahkan kaki dan merasakan indahnya dunia bersama orang-orang baik seperti mereka.Keesokan harinya kapal ini kembali berlabuh di Dubai,kali ini adalah ausflug terakhir kami,hari ini Didi mengajak saya menikmati kota Indah dan merasakan damainya negara Islam.Perjalanan pertaman kami menuju hotel terkenal,satu-satunya hotel bintang tujuh didunia sembari menikmati angin pantainya,setelah itu kami melanjutkan makan siang di Palmcity,salah satu icon terkenal di Dubai,menukmati  indahnya bawah laut di Atlantis,walau sempat terpikirkan,ini sih brasa ada di seaworld,jakarta.hha,Indonesia keren mamen! hanya saja mungkin saking kayanya banyak orang-orang yang tidak bersyukur dan tidak menjaganya sebagai harta negara :) Perjalanan sorenya kami lanjutkan ke Gedung tertinggi di Dunia,Burj Khalifa.Kami sempat menghentikan langkah kita sejenak memandang dan saling tersenyum,Beruntung saya mendapatkan orang-orang baik selama saya berda di Jerman,yang memahami betapa indahnya belajar kultur baru,bahasa asing dan bertahan hidup serta mencari pengalaman.Kami duduk dan bercanda bersama.Untuk saya,bisa memandang Burj Khalifa membuat saya flashback bagaimana perjuangan saya menapakkan kaki di Jerman yang bisa mengantarkan saya ke Negara ini,tak pernah terpikirkan saya bisa merasakan perbedaan kultur diwaktu yang sama,belajar memahami indahnya perbedaan,bahkan bisa mendapat kesempatan ini dengan orang-orang asing.Allah memang sudah mengatur semuanya,tak ada yang pernah tau tentang rencananya namun akan ada saatnya Ia meleburkan doa-doa kita di waktu yang tak terduga bahkan melalui orang-orang yang tak pernah kita bayangkan.Kami juga menyempatkan waktu memasuki Mal ternama dekat Burj Khalifa,Mall yang khas dengan gaya negara Islamnya.MaschaAllah,tak banyak yang bisa saya tulis,namun saya yakin siapapun yang mebacanya dan tau betul bagaimana hari-hari saya mengejar cita ke Negara Jerman akan mengerti bagaimana rasa bahagianya :)

*teruntuk kalian,terus melangkah,kami masih menunggu kalian disini,negara impian kita untuk belajar-Jerman





Photo:


Abu Dhabi

Muscat,Oman


Burj Khalifa,Dubai

Atlantis,Palm Dubai
Khasab-Oman

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen