
Sepertihalnya awan keruh yang membentang
Saat sinar matahari datang ketika malam tinggallah cahaya bulan
Saat itu juga kehampaan pergi seraya sapaannya kembali datang
Menghabiskan waktu ditenggah mengenyahkan rasa canggung
Atau mungkin hanyalah balada asa yang akan terus ditampik
Atau kan ada masanya disaat asa itu menjadi nyata
Bagaimana ia menjaga
Ia menjaga dengan caranya
Kesal dan sebal tak jarang datang
Namun lagi-lagi sepertihalnya sebuah grafitasi yang menarik
Tetap berdiri di kedalaman yang sama walau inginkan terbang
Jikalau ia terbang lagi-lagi realita pecahkan harapan
Seraya impi yang mengambang
Berjalan diatas udara dan hanya bisa dirasakan
Bagaimana mungkin membiarkannya begitusaja walau rasa ingin lepas
Andai bukan lagi asa biarkan menjadikan ini grafitasi yang nyata
Namun jikanyata mungkin saja rasa gila mungkin akan muncul ditengahnya
Andai keberanian akan ini semua muncul sepertihalnya cerita semestinya tanpa ada asa
Seperti diginnya ,,ice mint" yang lama-lama juga akan mencair
Yang juga bisa tumpah basah sebelm dinikmati
Hanya meninggalkan bekas
Sepertigalnya pula srusupan kopi panas atau kenikmatan dari segelas ,,ice kofee"
Hanya untuk mengisi dan menghabiskan waktu
Siapa lah daya ini yang hanya mengikuti alur ceritanya
Yang halnya seperti perahu kecil yang mencoba terus menapaki tujuan dan menikmati seraya yang ada
Saat gelap datang tawa memecah namun lagi-lagi tak kuasa
Memalingkan untuk mencari obat
Membiarkan ini seraya aliran air yang akan kembali pada arusnya
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen