namun,mengapa ayahku tidak? mengapa sampai sekarang ayah tak pernah marah,sekalipun aku berbuat salah.
Ayah, mereka bilang ayah mereka tidak mengijinkan mereka jika mereka melakukannya
namun, kenapa ayah tak pernah sedikitpun melarangku melakukannya.
Ayah, mereka lagi-lagi bilang, mereka melalukan hal ini tanpa di ketahui ayah, mereka takut pada ayah mereka
namun, aku justru bisa menceritakan apapun yang aku impikan didepan ayah
Ayah, mereka selalu bercerita bahwa ayah mereka keras, mereka takut jika tidak menuruti apa kata ayah mereka
tapi lagi dan lagi ayahku justru mendukung apapun yang aku mau meskipun kini aku jauh
Ayah, kali ini aku tau, engkau mempunyai cara jitu untuk menyayangi dan mendidikku tanpa aturan yang pakem,tanpa aku harus takut membuat keputusan,tanpa aku harus takut menimbang apa yang akan ku pilih
dan kini aku mengerti ayah.......
Tidaklah penting sebuah aturan jika pengertian dan juga berbagai sebab dan akibat justru kau tunjukkan
Tidaklah penting seketat apalaah yang namanya nasihat jika teladanlah yang menyadarkan
Saat rasanya ingin ku marah pada siapapun yang menyakitimu,istrimu dan keluargamu, engkau justru menunjukkan begitu indahnya membalas dengan do'a, begitu tenangnya hidup dengan keikhlasan, begitu mulianya memaafkan tanpa terucap kata maaf
Ayah, dulu rasanya ngin aku cakar omongan orang diluarsana tentang mimpi anakmu dan harapanmu yang selalu mengalir dengan doa, tapi untuk kesekian kalinya ayah benar, begitu indahnya merelakan dan memulai lagi semuanya dengan basmalah dan rasa percaya, akan Kekuatan-Nya.
Ibu bilang, ayah akan selalu mengijinkan apapun yang menjadi pilihanku. Ibu bilang ayahku tak kan pernah marah, namun ayah akan selalu menjadi malaikat penjaga di pintu utama bagi siapapun yang mengusik kami.
Ibu benar, bahkan dititik nadi terpanas pun ayah tetap menahan emosi dan lebih memilih lebih banyak berdialog dengan-Nya.
Ayah kuat, namun ayah tak pernah menunjukkannya secara fisik
Ayah berani, namun ayah lebih memilih melawan ego dari pada mengeluarkan ego
Ayahku juga hanya manusia biasa yang punya rasa
Namun Ia hanya akan melimpahkannya pada sang Pencipta
Kadang, aku berpikir ada disisi ayah, yang harus rela melepasku demi mimpi
Menahan rindu dengan ibu di rumah
Hanya saudara perempuanku yang bisa menjadi obat pelipularanya
Ayah,andai engkau tau, begitu banyak dan bergunanya petuah yang sedari dulu akrab ditelingaku
Begitu indahnya hari-hariku di negeri ini,susah senang berjuang, menyerahkan hati dan mengingat yang Kuasalah yang selalu menjadi penolong terbesarku
Hanya Ridha-mu,Ridha dari wanita yang sampai saat ini mendampingimu yang kini ku pinta
semoga dengan Ridha dan Izin Nya,akan datang hari dimana akan ku bahagiakan engkau dan wanita yang melahirkanku
Hingga guratan-guratan itu luntur menjadi senyuman syukur dan bahagia seperti pertama kali Allah mengirimkanku di tengah-tengah kalian,malaikat duniaku :)
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen