Donnerstag, 17. Juli 2014

Singgurat lalu

tapaki jalan demi langkah
sudah cukup menopang
ingin ku dapatkan kebenaran imam
dampingi tiap langkah juangnya
kini ku melihat
sudahlah

apapun itu cukup ku katakan terimakasih untukmu
tak lebih tak kurang
biar rasa ini berlari di dalam alurnya lagi
alur baru
seperti jatuhnya bintang yang tak bisa diprediksi
enyahlah semua perkataanmu itu
genggamlah tangannya yang baru
kan kubiarkan pula yang lainnya menggenggam

ketiadaanmu membuatku bermakna
mengahargai dan menghormati diri sendiri
kekuatan yang selama ini aku manjakan
datang,pergi dan kembali datang
nirwana cerah namun merusak hari
yang pernah menyulam
jarum yang menusuk dan benang yang mengikat

untuk apa lagi?
datang mengganggu mimpi
lupakan yang telah kecewa bersamamu
carilah wanitamu sendiri
yang bisa kau sakiti
relakan karna kini kau lupa
kau boleh pergi jauh
biarpun tiupan angin yang mempertemukan lagi
walau semua telah tersapu bersih

kau memang baik
tapi kini aku memiliki hak penuh tentang rasa
rasa yang dulu pernah kau sia-siakan
tidak disini lagi tempatmu
cukuplah bernaung sajalah di hati yang tenggelam akanmu
tidak,tidak sekeras yang kau pikirkan
aku akan tetap ada
namun langkah tak kan tertuju lagi padamu
aku kan berlari dengan hati
bahagia dengan diri sendiri

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen