Montag, 16. Juni 2014

Alur


Banyak devinisi tentang hidup, begitu banyaknya pula devinisi tentang cinta.

Namun hidup akan tetap hidup, berjalan sebagaimana cerita kehidupan yg terangkai dari hari ke hari setiap detik dalam waktu yang akan menopangnya.

Siapa yang tidak setuju bahwa hidup adalah sebuah anugerah?
Seleksi alam yang membuat anak manusia bisa terlahir di Bumi ini
Merasakan bagaimana hembusan angin,hangatnya sinar matahari dan bagaimana gelapnya malam.
Layaknya sebuah kehidupan yang tak bisa dipisahkan oleh pilihan.
Setiap insan akan merasakan titik dimana ia harus melangkah tegar melewati batas kenikmatan hidupnya.

 
Hidup mahal harganya,anugerah yang harus disyukuri bagi siapapun yang berhasil melewati seleksi alam pertama dan berhasil menginjakan kakinya di muka bumi.

Namun hidup lebih dari sekedar kenikmatan yang bisa disyukuri setiap lakonnya.
Betapa mahalnya hidup hingga uang pun tak bisa membelinya.justru apa yang ada didalam hidup bisa memberikan insannya materi yang tak terduga.


Kenikmatan hidup hanya bisa dibeli oleh pengorbanan,air mata,sakit,jatuh bangun,kesabaran apapun kepahitan bak kegelapan malam tanpa rembulan.
Tak mudah,namun harus dihadapi melawan begitu banyak asumsi sekitar.bergerak,lakukan apa yang bisa dilakukan.sungguh tak mudah bertahan ditengah bebatuan kerikil.

Namun,hidup adalah pilihan “dance or die”

Ada apa dengan hidup?
Ada apa dengan ceritanya?
(kita lihat)………………………

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen